Sabtu, 04 Juni 2016

KACANG SIHOBUK OLEH-OLEH DARI SUMATRA UTARA

Kacang Sihobuk


Medan, Penamedia CCS - Kacang Sihobuk asal Sumatra Utara cukup dikenal di tengah-tengah masyarakat Sumut, karena setiap ada pesta adat, atau perkawinan di berbagai Wisma seperti Sopo Godang, Wisma Taman Sari dan lain-lain. Kacang Sihobuk inilah yang kerap di suguhkan tuan rumah yang menggelar pesta kepada tamu-tamu dan keluarga sambil mengikuti acara adat berlangsung, dan rasa Kacang Sihobuk ini sangat lezat nan gurih.

Menurut Bonar Sibarani (50) Kacang Sihobuk tersebut sebenarnya telah mendunia dibawa masyarakat batak perantau sebagai oleh-oleh dari Bona Pasogit Sumatra Utara baik dari masyarakat perantau yang berdomisili di pulau jawa, pulau kalimantan, bahkan kemanca negara seperti Negara Asean, Eropa dan Amerika.

Oleh karena itu menurut Bonar Sibarani lagi, Kacang Sihobuk ini kini mudah di cari di kota Medan baik di Jalan Setia Budi dan Bandara Polonia Medan, disana Kacang Sihobuk ini telah dikemas sedemikian rupa baik kemasan dari plasik dan kalengan dan simpel di tengteng sebagai oleh-oleh. 

JR. Saragih Bupati Kab. Simalungun juga mengapresiasi warga yang melestarikan makanan khas dan mengatakan hal tersebut pantas dicontoh di semua daerah di Sumatra Utara.
Untuk menghilangkan rasa penasaran akan kacang sihobuk, JR. Saragih bersama rombongan, singgah di salah satu kedai kopi yang juga menjual kacang Sihobuk. Sambil menikmati kopi, rombongan bupati disajikan kacang Sihobuk dalam piring dengan kondisi hangat.

JR. Saragih dan rombongan kemudian mulai bertanya, bagaimana kacang sihobuk dibuat. Si penjual pun memaparkan, kalau kacang itu dibeli dari kebun warga setempat, lalu dimasak di kuali besar berbentuk kaleng yang sudah dirakit ditambah alat putar. Di bawahnya ditaruh kayu bakar sebagai sumber api. Kacang nantinya akan disekop ke kuali dan diputar dalam perapian.
Setelah matang, kacang tersebut akan dijeram kembali untuk memilih mana yang bagus dan tidak. Yang bagus akan dikemas. Ada yang dalam plastik dan ada juga dalam kaleng biskuit. Kacang Sihobuk pun siap dipasarkan.

Kedatangan bupati dan rombongan membuat keluarga pedagang kacang Sihobuk itu sangat senang. “Kami pun berfoto. Hasil foto langsung kami cetak di tempat terdekat untuk dipajang pedagang tersebut di tempat berjualan,” kata salah seorang anggota rombongan bupati.
Home industry memang salah satu usaha yang sangat baik untuk mempertahankan kelangsungan hidup. Melestarikan ciri khas daerah tersebut lewat makanan khas juga menjadi upaya kuat warga setempat. “Hal ini yang seharusnya ditiru menambah keuangan keluarga,” ujar Bupati Simalungun JR Saragih. (leo/dro)